Rabu, 19 Juni 2013

DATA PRINT KEMBALI BAGI-BAGI BEASISWA 
Info Beasiswa - Terhitung sudah memasuki tahun ketiga Data Print (lihat website DataPrint www.dataprint.co.id) sebagai salah satu produsen tinta printer di Indonesia memberikan bantuan pendidikan untuk para mahasiswa dan pelajar SMA. Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.

Buruan Daftar Beasiswa Data Print 2013. Lewat websitenya, beasiswa Data Print www.beasiswadataprint.com mengumumkan kembali lomba ini. Ya, tiap tahun setidaknya dua kali data print memberikan beasiswa kepada para mahasiswa dan pelajar. Pemberian beasiswa ini didasarkan pada mekanisme seleksi dengan cara pembuaatan essay yang memiliki tema yang berbeda tiap periodenya. Perbedaan tema pun dibedakan atas mahasiswa dengan pelajar SMA.

Siapa yang bisa mendapatkan beasiswa data print ?
Siapa pun berhak mendaftar untuk dapat diseleksi oleh pihak data print. Namun, tentu ada syarat-syarat seleksi yang diberikan oleh pihak beasiswa data print untuk dipenuhi oleh calon penerima beasiswanya. Namun, kabar baiknya bahwa tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint. 
Ada tiga hal yang penting yang dijadikan patokan oleh pihak beasiswa data print sehingga seseorang dapat berhak untuk mendapatkan beasiswa ini, yaitu :

1. Essay
Dalam beasiswa data print, peserta diwajibkan untuk membuat sebuah essay yang mana temanya berbeda tiap periode. Nah, khusus untuk periode pertama di tahun 2013 ini, beasiswa data print memberikan tema :
ESSAY UNTUK PELAJAR:
Memupuk Semangat Anti Korupsi Mulai Dari Sekarang

ESSAY UNTUK MAHASISWA
Menumbuhkembangkan Jiwa Entrepreneurship Mulai Dari Kehidupan Di Kampus
Nah, untuk lebih jelasnya silahkan saja kunjungi website beasiswa data print pada tab Essay, www.beasiswadataprint.com/essay
2. Prestasi
Ini pula menjadi prasyarat yang diajukan oleh beasiswadataprint, calon penerima beasiswa data print haruslah memiliki prestasi baik di bidang akademik maupun di dalam sebuah organisasi. Menurut saya ini positif karena dengan prasyarat seperti ini para pelajar dan mahasiswa dapat termotivasi dalam memberikan sumbangsi besar kepada masyarakat dalam bentuk prestasi yang mereka miliki.
Untuk lebih jelasnya, silahkan ke website beasiswadataprint.com/peraturan

3. Keaktifan
Ini adalah poin terakhir. Poin ini hampir terkait dengan poin dua. Di sini pihak beasiswa data print menginginkan kepada calon penerima beasiswa data print agar dapat ikut aktif dalam berbagai kegiatan dalam maupun luar kampus maupun sekolah.
Berapa besar beasiswa yang bisa di dapat ?
Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. 
  • Untuk beasiswa sebesar Rp 1 juta kuota penerima beasiswa yang akan diberikan yaitu 50  orang tiap periodenya 
  • Untuk beasiswa sebesar Rp 500 ribu, kuota penerima beasiswa yang akan diberikan yaitu 50 orang tiap periodenya
  • Untuk beasiswa sebesar Rp 250 ribu, kuota penerima beasiswa yang akan diberikan yaitu sebesar 250 orang tiap periodenya.
Beberapa catatan penting :
  • Beasiswa data print bukanlah beasiswa dengan sistem Undian, ini murni dilakukan dengan cara Seleksi
  • Apabila gagal menerima dalam periode ini, maka Anda berhak mendaftarkan diri lagi pada periode selanjutntya
  • Bagi yang sudah pernah menjadi pemenang pada periode selanjutnya tidak diperkenankan lagi untuk mendaftar diri pada periode ini dan selanjutnya.
  • Tidak diperkenankan mendaftar bagi yang sudah menerima beasiswa dari perusahaan lain, tetapi diperkenankan jika menerima beasiswa cuman dari kampus.
Nah, tunggu apalagi silahkan Anda buat Essay-nya sesuai tema di atas, dan silahkan isi formulirnya dengan lengkap di beasiswadataprint.com/pendaftaran 
Dan bagi teman-teman yang ingin melihat info mengenai produk-produk apa saja dari Data Print, dapat dilihat di website  www.dataprint.co.id

Senin, 25 Juni 2012

UKM PALEMBANG SIAP GO INTERNASIONAL

Beberapa waktu lalu tiga puluh pelaku usaha kecil menengah di Palembang mengikuti pelatihan bertajuk Menjadi Wirausaha Handal, Berorientasi Ekspor dan Paham Prosedur Ekspor. Dalam kesempatan ini diharapkan para pelaku UKM di kota Palembang dapat memiliki wawasan luas ke depannya untuk dapat mengekspansi usaha mereka ke kancah internasional.

Pelatihan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Palembang Husni Thamrin itu digelar di Hotel Horison, Jumat (8/7).

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri yang berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementrian Perdagangan, Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, dan Univeristas Sriwijaya.

Pada kesempatan itu hadir pula Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Palembang Hatta Wazol, Kasubdit Investasi UKM dan Kerja Sama Antar Kawasan, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kemenlu Tri Purnajaya.

Hadir pula konsultan PUMKM Bank Indonesia Palembang Rusli, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (B2P2EI) Kementrian Perdagangan Hari Prawoko, dan Kasubdit Amerika dan Eropa, Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan, Sahala Aritonang.

Husni mengatakan pemerintah menyambut baik dilaksanakannya pelatihan terkait ekspor bagi pengusaha kecil menengah.

“Mereka bisa belajar berkreatifitas, meningkatkan keunggulan kompetitif produk, sekaligus memahami prosedur ekspor,” ujar Husni.

Ia berharap produk-produk yang dihasilkan UKM di Palembang mampu menembus pasar bebas ASEAN. Dengan inovasi, disiplin dan kerja keras ditambah pengetahuan soal seluk beluk perdagangan luar negeri, Husni yakin UKM di Palembang bisa meningkat.

“Sehingga tidak hanya jadi konsumen atau objek dari banjirnya produk impor, tapi jadi pelaku ekonomi, pengekspor.”

Perdagangan bebas ASEAN tentu saja berdampak pada munculnya persaingan antarnegara. Di mana segala produk dari negara-negara Asia Tenggara dengan mudah masuk ke Indonesia dan sebaliknya.

“Karena itu, kami minta para pengusaha jeli melihat peluang dan mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan. Pemerintah sendiri akan melindungi pengusaha kecil agar mampu bersaing ditingkat regional maupun internasional,” kata Tri Purnajaya.

Sehari sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Palembang Hatta Wazol mengatakan, masih sedikit usaha kecil dan menengah di Palembang yang melakukan ekspor.

“Baru sekitar 10 persen dari 2 ribu pengusaha di sini,” ujar Hatta.

Kondisi ini sangat disayangkan. Karena secara kualitas hasil produksi usaha kecil di Palembang tidak kalah dibandingkan daerah atau negara lain. Hatta menyebut ketiadaan maupun keterbatasan modal merupakan penghambat bagi usaha kecil untuk mengekspor produknya.

“Mereka juga masih sedikit yang menjalankan program kemitraan, sehingga kesulitan dalam pemasaran produk,” kata Hatta.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya Kementerian Luar Negeri, Suprapto Martosetomo mengatakan, Palembang dipilih sebagai tempat pelatihan karena kota ini adalah daerah pertama yang menjadi zona integritas.

“Ini sangat baik bagi wirausaha untuk melakukan bisnis yang efektif dan bebas pungutan liar. Dan menjadi aspek penting untuk menjadikan usaha kecil menengah Palembang untuk menjadi lebih kompetitif di ASEAN,” kata Suprapto.